Kalkulator Unit Cost Lab PK

Hitung unit cost, usulan tarif, porsi jasa, take home pay SpPK–ATLM–admin, dan profit faskes dari volume pemeriksaan Anda. Semua angka bisa diubah.

Dibuat oleh dr. Herbanu Haryo Pramono, SpPK

RS Tarif berbasis unit cost
Tarif rata-rata –
Jasa bersih –
Profit/th –

Usulan tarif

Tarif = unit cost × (1 + margin) ÷ (1 − porsi JP) ÷ realisasi pendapatan, dibulatkan ke atas. Semua tarif dihitung dari unit cost.

Tarif per parameter

ParameterUsulan tarifUnit costVolume/thBiaya langsungSDM + overheadJasa saranaJP brutoJasa bersihKeterjangkauan

PaketLab (tarif satuan)Lab paketUsulan harga paketNon-labVolume/th

Lab paket = jumlah tarif satuan dikurangi diskon paket. Usulan harga paket = lab paket + komponen non-lab.

Penjelasan

Ringkasan angka di balik usulan tarif. Harga BMHP, CPRR, dan SDM bisa diubah di bagian Pengaturan, Parameter, dan BMHP.

Ke mana setiap Rp 100.000 tarif mengalir

Catatan dan peringatan

Pengaturan

Pilih jenis faskes untuk mengisi nilai awal margin, overhead, dan potongan jasa. Setiap angka tetap bisa diubah manual.

Faskes & kebijakan tarif

Porsi jasa pelayanan (JP)
<100% bila sebagian pasien BPJS dibayar paket INA-CBG.
Pengali median tarif pasar untuk menilai keterjangkauan.

SDM, jasa minimal & gaji

3. Jumlah SpPK

10. Gaji pokok per bulan (juta Rp)

13–14 bila ada THR/gaji ke-13.

Reagen & dasar biaya

Cara pengadaan reagen
CPRR per tes diisi pada tabel Parameter.
Dasar BHP sampling, kertas hasil, dan limbah. Rincian per item ada di bagian Biaya operasional.
Beban unit penunjang: gedung, keuangan, IPSRS, kebersihan.

Pembagian jasa bersih per kategori pemeriksaan (%)

Setiap parameter diberi kategori di tabel Parameter. Jumlah tiap baris harus 100%.

KategoriSpPKATLMAdminJumlah

Parameter, CPRR & volume per tahun

139 parameter laboratorium patologi klinik. CPRR bertanda est. masih perkiraan; ganti dengan CPRR kontrak Anda.

Sumber volume pemeriksaan

ParameterKategori jasaBobotCPRR (Rp)BHP khusus (Rp)Volume/th+ PaketHapus

Bobot = beban waktu kerja relatif (kimia otomatis = 1). Bobot dipakai untuk membagi gaji dan biaya tetap ke tiap parameter. BHP khusus = bahan yang hanya dipakai parameter itu (cat, jarum BMP, kaset); BHP umum seperti vacutainer dan tip dirinci di bagian Biaya operasional.

Parameter paling diminati (berdasarkan volume Anda)

Rincian BMHP & biaya operasional

Isi harga satuan dan pemakaian. Item per pasien, per tes, per bidang, atau per parameter menjadi biaya variabel dan dibebankan ke tes yang memakainya. Item per bulan dan per tahun menjadi biaya tetap yang dibagi menurut bobot. Harga awal adalah perkiraan; sesuaikan dengan e-katalog atau faktur Anda.

ItemHarga satuan (Rp)Biaya/tahun (Rp)SatuanDasarUntukPemakaian per dasarPemakaian/tahunHapus

Contoh: vacutainer EDTA 0,85 per pasien berarti 85% pasien diambil darah EDTA. Listrik 4.500 per bulan berarti 4.500 kWh tiap bulan.

Biaya operasional per kelompok (setahun)

Unit cost

Unit cost = reagen + BHP khusus + biaya operasional variabel + bagian gaji dan biaya operasional tetap (menurut bobot) + alokasi overhead institusi.

Komposisi biaya: faskes Anda vs studi internasional

SDM faskes Anda = gaji + seluruh jasa. Studi: UZ Brussel 2018 (ABC, 156 tes), lab swasta Kerman 2015 (188 tes), RS Valiasr Tehran 2009. Tehran hanya melaporkan porsi SDM.

Unit cost, tarif, dan jasa bersih (8 volume terbesar)

3–5. Jasa pelayanan & take home pay

JP bruto dipotong untuk kebersamaan (bakul) dan manajemen. Sisanya jasa bersih yang dibagi ke SpPK, ATLM, dan admin menurut kategori tiap pemeriksaan.

4. Proporsi JP bruto per penerima

5. Take home pay per orang vs volume pemeriksaan

Garis putus-putus = gaji + jasa minimal. Tarif tetap, volume naik atau turun.

ProfesiOrangPool jasa/bulanJasa/orang/bulanJasa minimalGajiTHP/orang/bulanTes/bulan agar jasa minimal tercapaiStatus

6. Profit untuk owner faskes

Profit = pendapatan terealisasi − seluruh biaya (termasuk gaji dan overhead) − seluruh JP. Untuk RSUD/BLUD, profit menjadi dana pengembangan.

Profit per tahun vs volume pemeriksaan

Kontribusi margin per bidang (setahun)

Margin bidang = pendapatan − JP − unit cost × volume. Nilai negatif berarti disubsidi bidang lain.

Paket MCU

Komponen laboratorium memakai usulan tarif di atas dikurangi diskon paket. Komponen non-lab (pemeriksaan fisik, dokter, thorax, EKG) diisi sebagai nilai tetap.

PaketLab (tarif satuan)Lab paketUsulan harga paketVolume/thHematNon-labHapus

Susunan harga paket usulan

Metode, asumsi & rujukan

Cara hitung

  1. Biaya langsung per tes = CPRR × (1 + PPN) atau alokasi anggaran reagen, + BHP khusus, + item operasional per pasien/per tes/per bidang/per parameter.
  2. Biaya tetap = gaji setahun (kecuali dibayar APBD) + item operasional per bulan/per tahun + penyusutan alat (mode beli). Dibagi ke tiap tes sesuai bobot × volume (pendekatan activity-based costing sederhana).
  3. Unit cost = (biaya langsung + biaya tetap) × (1 + alokasi overhead institusi).
  4. JP otomatis dicari dengan bisection: porsi JP terkecil yang membuat jasa bersih tiap profesi ≥ jasa minimal.
  5. Jasa bersih = JP × (1 − kebersamaan − manajemen). Dibagi per kategori pemeriksaan sesuai matriks.
  6. Usulan tarif = unit cost × (1 + margin) ÷ (1 − JP) ÷ realisasi, dibulatkan ke atas.
  7. Keterjangkauan = usulan tarif ÷ (median tarif pasar × faktor pasar). Di atas 125% = mahal; di bawah 60% = sangat murah.
  8. Profit owner = pendapatan terealisasi − total biaya − total JP.

Nilai awal per jenis faskes adalah asumsi kerja untuk simulasi, bukan ketentuan resmi. Sesuaikan dengan Perda/Perbup tarif dan SK remunerasi setempat.

Data pembanding & rujukan

  • CPRR MoU, BHP, dan tarif pasar pembanding dari data usulan tarif internal laboratorium; susunan paket MCU dari dokumen tarif daerah.
  • Komposisi biaya UZ Brussel: staf 57%, layanan pendukung 23%, reagen 14% (Physician's Weekly).
  • Lab swasta Kerman: bahan habis pakai 37%, personel 36,3% (Electronic Physician 2017).
  • RS Valiasr Tehran: SDM 44%, energi 5%; prime cost rata-rata 63% di atas tarif resmi (EMHJ 2013).
  • RSUD Giri Emas: median unit cost ABC Rp 69.186 vs tarif retribusi Rp 44.000 (IJGHR).
  • Komponen jasa sarana ≥60% dan jasa pelayanan ≤40% (Perwali Tarakan 48/2020); Labkes NTB memakai JP 40% (Pergub NTB 40/2023).
  • Tes paling sering diminta: darah lengkap, glukosa, kreatinin, urea, AST, ALT (Turk J Biochem, 43,7 juta tes).